Profil Pesantren

Sambutan Pimpinan Pesantren IQ

Sambutan Pimpinan Pesantren IQ

Buya Dr. ZULFAN IKHRAM, S.PdI, SHI, MA

Bismillahirohmannirrohim

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Alhamdulillahi robbil alamin kami panjatkan kehadirat Allah SWT, bahwasannya dengan rahmat dan karunia-Nya lah akhirnya Website sekolah ini dapat kami bangun. Kami mengucapkan selamat datang di Website kami Pondok Pesantren Ikramul Quran yang saya tujukan untuk seluruh guru, karyawan dan Santri kami serta khalayak umum guna dapat mengakses seluruh informasi tentang segala profil, aktifitas/kegiatan serta fasilitas Pondok Pesantren kami.

 

Dr. ALMA'ARIF, M. Hum

IQBS (IKRAMUL QUR'AN BOARDING SCHOOL) BENGKALIS 

 

Salah satu pesantren baru di Pulau Bengkalis adalah Ikramul Qur'an. Nama Ikram diambil dari bahasa Arab: ???? - ???? - ?????? yang berasal dari fi'il tusalatsiy ???, dengan tambahan Alif yang menjadi muta'addiy (transitive verb). Arti secara bahasa adalah memuliakan, meninggikan. Ikramul Qur'an berarti memuliakan al-Quran. 

 

Pesantren ini lebih fokusnya adalah pesantren Tahfiz (menghafal) al-Quran. Namun, segala macam nasyathat (aktivitas)nya adalah berafiliasi dengan sistem pesantren modern. Karena santri adalah cantrik, ia harus susah payah lahir batin untuk menjadi manusia kuat iman, ilmu dan berjiwa pejuang.

Pesantren ini diinisiasi oleh Ustadz Dr. Zulfan Ikhram , seorang ustadz yang telah lama menuntut ilmu di pesantren di Jawa (Jakarta). Lalu kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta hingga lulus S-1 (sarjana). 

Tidak hanya itu, beliau lanjut S-2 dan S-3 di UIN Sultan Syarif Kasim Pekanbaru. Dari pendidikan yang telah dienyam ini, tidak diragukan lagi ilmu, komitmen keislaman, kebangsaan dan mengarahkan para siswa/santrinya untuk terus melanjutkan ke jenjang tertinggi. Dan, insya Allah para santrinya akan banyak menjadi tokoh, baik level lokal maupun nasional. 

 

Mendirikan pesantren berarti ada tiga syarat sebagai pondasinya, yaitu JIWA KEIKHLASAN, PERJUANGAN DAN PENGORBANAN. Niat mendirikan pesantren sangat pantang untuk mencari kekayaan diri, kehormatan diri, dan membangun dinasti keluarga. Jika ini yang dilakukan, Tuhan pasti tidak Ridha. Ada 2 hal akibatnya : pesantren akan hancur melalui istidraj (dimusnahkan dengan banyak kasus secara bertahap) dan tidak akan bisa melahirkan santrinya menjadi orang-orang bermanfaat untuk umat. 

Jiwa keikhlasan berarti tujuannya hanya untuk Allah semata, jiwa perjuangan berarti totalitas lahir dan batin dikerahkan untuk mendidik, mengurus dan memajukan, dan jiwa pengorbanan berarti harta bendanya, waktu, pikiran dan tenaganya diberikan, bukan mengambil untung dan dapat masukan. Untungnya hanya di akhirat semata. 

Pendiri pesantren Ikramul Qur'an ini seringkali mengajak bertemu dan memulainya dengan bicara usia manusia hanya sangat sebentar, sementara amal shalihnya masih minim. Maka pendirian pesantren itu hanya semata berusaha sekuat mungkin untuk melakukan kebajikan (charity).

 

Seringkali pula mengajak diskusi bagaimana manajemen, sistem pengajaran, peningkatan kualitas, bahkan target kuantitatif dan kualitatif agar melahirkan orang-orang hebat di masa depan. Yaitu orang yang mampu bermanfaat untuk kemajuan bagi umat dan bangsa berlandaskan iman, ilmu, adab dan amal shalih. 

Alhamdulillah, lahan pesantren ini merupakan harta yang telah diwakafkan, gedungnya sudah didirikan dengan lintang pukang (artinya dengan susah payah karena dengan cara yang halal dan baik, bukan dengan jalan pintas), santrinya sudah banyak, dan para pengajarnya adalah hafizh-hafizhah lulusan pesantren di Jawa dengan kualifikasi S-1 dan S-2. 

Dengan niat yang mulia hanya untuk Allah, manajemen yang baik, serta pondasi Pesantren Ikramul Qur'an ini sudah memenuhi kriteria pondasi pesantren berupa keikhlasan, perjuangan dan pengorbanan, maka ini dapat menjamin pesantren ini akan melahirkan orang-orang yang bermanfaat untuk umat di masa depan.